Lagi Kreatif

MENGULIK STRATEGI HYPNOTIC DI DUNIA COPYWRITING

STRATEGI HYPNOTIC COPYWRITING

Hypnotic Copywriting yaitu sebuah strategi copywriting yang berguna untuk mempengaruhi calon konsumen melalui kata-kata, atau definisi lain. Menurut Dewa Eka Prayoga, salah satu jenis copywriting yang menggunakan kata-kata hipnotik bertujuan untuk menembus faktor berpikir kritis para pembaca. Karena copywriting dapat mengimplementasikan cara kerja otak manusia melalui cara kerja otak reptil.

Kemudian, apa itu otak reptil? Otak reptil adalah bagian otak yang akan membentuk reaksi manusia dan meneruskan sinyal kepada bagian tubuh yang lain, salah satunya mulut yang berguna untuk mengutarakan reaksi tersebut. Kesimpulannya, strategi hypnotic copywriting adalah sebuah cara untuk bisa memberikan reaksi kepada manusia dalam menarik perhatian sebuah produk.

KENAPA HARUS HYPNOTIC COPYWRITING

  1. Supaya Mengarahkan Pikiran
    Contoh: “Sebelum dishare jangan lupa komen dulu kawan!”
  2. Menyetir Jawaban
    Contoh: “Guys, pilih dong yang kiri atau yang kanan” “Rate dong dari 1-10 nilai untuk produk A berapa?”
  3. Memperbesar Ketertarikan
    Contoh: “Segera datang ke toko kami dan dapatkan promo menarik yang tidak akan Anda dapatkan di lain waktu!”

ADA 3 FAKTOR YANG MEMENGARUHI COPYWRITING

  1. Faktor Persuasi
    Faktor persuasi merupakan faktor untuk memengaruhi orang lain. Terdapat enam kunci persuasi yaitu:

    a. Timbal Balik
    Sebuah bentuk reaksi positif dua arah. Contoh: “Sebelumnya kamu mendapatkan sesuatu dari saya sekarang Anda pantas mendapatkannya lagi.” Bentuk tersebut merupakan bentuk sharing dahulu selling kemudian.

    b. Komitmen dan Konsistensi
    Sebuah cara persuasif yang di mana orang akan mudah dipersuasi jika sebelumnya sudah membuat komitmen kecil dan tidak berat. Contoh: “Untuk mendapatkan produk ini cukup klik link di bio ya!”

    c. Bukti Sosial
    Teknik persuasi dengan melampirkan bukti dari konsumen yang mana hal itu menjadi sebuah cara untuk meyakinkan calon konsumen atau bahasa lainnya adalah menunjukkan testimoni. Contoh: “Siapa yang ingin mendapatkannya lagi?”

    d. Kesukaan
    Salah satu teknik persuasi dengan mengaitkan seseorang yang disukai konsumen (brand ambassador, endorsement/influencer). Contoh: Menurut Rachel Vennya produk ini sangat bagus, lho untuk kehalusan kulit.”

    e. Kelangkaan
    Sebuah teknik persuasi dengan cara mengarahkan produk dengan stok yang terbatas sehingga membuat konsumen berpikir bahwa produk tersebut harus segera didapatkan karena akan rugi jika tidak mendapatkannya. Contoh: “Dapatkan produk ini segera! Kesempatan Anda mendapatkannya sangat terbatas karena produk ini limited edition.”

    f. Otoritas
    Teknik persuasi dengan cara menunjukan sebuah data atau riset. Contoh: “Setelah melakukan uji daya kuat, terbukti produk A sangat kuat dan tahan lama.”

  2. Kata Pemicu Trance
    Kata pemicu trance adalah kata-kata yang memicu seseorang jadi terhipnotis melalui sebuah tulisan. Kata-kata tersebut meliputi: Bayangkan, Perhatikan, Misalkan, Andaikan, Cepat atau lambat, Pikirkan, Pernahkah. Contoh kalimat yang mengandung kata-kata trance: “Bayangkan jika Anda tidak membeli produk ini sekarang, maka Anda tidak akan mendapatkan kesempatan itu di lain waktu.”
  3. Pola Bahasa Hipnotik
    Pola bahasa hipnotik adalah penggunaan pola bahasa yang dapat menembus faktor berpikir kritis seseorang dan tanpa disadari pesan yang disampaikan telah masuk ke pikiran bawah sadar sehingga lebih mudah diterima dan diikuti. Berikut 10 pola bahasa hipnotik:
  • Membaca Pikiran
    Contoh: “Cie yang baru gajian… Hayu lah beli langsung produk kita,” “Stop dulu scrollingnya liat dulu produk menarik kami.”
  • IIusi Pilihan
    Contoh: “Lebih suka mana nih, biru atau ungu?”
  • Instruksi Negatif
    Contoh: “Jangan beli produk ini kalo kamu belum siap dilirik banyak cewek cantik!”
  • Sebab Akibat
    Contoh: “Karena Anda sudah melihat produk ini, maka jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan promo produk ini!”
  • Semakin-semakin
    Contoh: “Semakin Anda menunda untuk membeli produk ini, maka Anda akan menyesal karena promonya cuma sampai hari ini.”
  • Asumsi Sebelum
    Contoh: “Sebelum kamu membeli produk ini saya akan memberikan referensi produk lain.”
  • Asumsi Menyadari
    Contoh: “Udah tau belum kalo produk ini sebenarnya adem dan nyaman?”
  • Persamaan Makna
    Contoh: “Anda merasa badan melebar setelah lebaran? Oh, tenang produk kami tidak akan membuat Anda terlihat gendutan karena produk kami oversize.”
  • Metafora
    Contoh: “Mas Menteri Sandiaga Uno mengatakan, cintailah produk lokal!”
  • Open Loop
    Contoh: “Coba tebak apa nama produk yang dipost tersebut? Mimin kasih tau nanti ya.”

Dari penjelasan artikel di atas, pembaca diharapkan bisa menerapkan strategi tersebut dalam melakukan copywriting dengan benar dan efektif. Karena, pada dasarnya sasaran utama seorang copywriter adalah untuk bisa memikat para calon konsumen melalui kata-kata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *