Lagi Kreatif

Intip 4 Strategi Marketing dari Film Barbie

strategi-marketing-film-barbie

Siapa yang sudah menonton film Barbie? Film yang dirilis di Indonesia pada tanggal 19 Juli 2023 sukses membuat para penonton terbarbie-barbie. Kalau mau menonton film ini, ga afdol rasanya kalau ngga pakai OOTD warna pink!

Film yang dibintangi oleh Margot Robbie dan Ryan Gosling ini bercerita tentang kehidupan nyata dari mainan anak-anak perempuan tersebut. Para perempuan dipanggil dengan sapaan Barbie, sedangkan laki-laki disapa Ken, tetapi mereka dapat saling mengenal satu sama lain.

Dilansir dari laman screen daily, film Barbie sukses meraup cuan 158,9 juta US Dollar atau sekitar 2,39 triliun Rupiah di seluruh dunia. Pendapatan ini semakin mendekati target yang ditentukan dalam sepekan oleh Warner Bross yakni sebesar 300 juta US Dollar atau setara dengan Rp 4,5 triliun. Hal ini sekaligus menjadikan film Barbie sebagai film dengan pendapatan terbesar sejak pandemi COVID-19.

Sebenarnya, apa yang membuat film Barbie menjadi viral dan meraih pendepatan besar? Kita bahas sama-sama strategi marketing dari film Barbie di sini, yuk!

  1. Campaign Marketing yang Serba Pink

    Strategi pertama yang membuat film ini laris di bioskop adalah campaign marketing dengan tema warna pink. Dikutip dari wawancara variety bersama Presiden Pemasaran Global Warner Bross, Josh Goldstein, ia mengungkapkan bahwa kampanye pemasaran menggunakan warna pink menjadi elemen penting serta menjadi simbol dari elemen girl power. Ia juga mengatakan bahwa warna pink sudah menjadi konsep fashion barbie yang tetap hidup dan tak akan pernah padam.
    Tak tanggung-tanggung, tim marketing Warner Bross bahkan menjalin kerja sama dengan Air bnb untuk merenovasi besar-besaran terhadap sebuah mansion mewah di Malibu, California, Amerika Serikat, agar menyerupai rumah Barbie.

  2. Bocorkan Teaser Film

    Tim marketing Warner Bross sengaja membocorkan sedikit demi sedikit teaser film agar menimbulkan rasa penasaran dan menjadi bahan perbincangan publik.

  3. Gandeng Tiktok dengan Membuat Fenomena “Barbenheimer”

    Tim marketing Warner Bross juga menggandeng Tiktok sebagai media penyebaran campaign marketing. Mereka juga membuat fenomena “Barbenheimer”, yaitu film Barbie dan Oppenheimer. Hal itu dilakukan karena kedua film tersebut dirilis di pekan yang sama dan sukses mencuri perhatian publik.

  4. Tagline Menarik

    Strategi terakhir yang tidak kalah penting yaitu pembuatan tagline yang menarik. Tim marketing Warner Bross membuat tagline “If you love and hate Barbie, this movie is for you”. Penggunaan kata “hate” justru memancing orang-orang tidak pernah mengikuti atau menonton Barbie malah penasaran dan berbondong-bondong ke bioskop untuk menonton film ini.

Keempat strategi marketing inilah yang membuat film Barbie laku di seluruh bioskop dunia. Kamu bisa aplikasikan 4 strategi di atas untuk brand kamu, tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik dan budget marketing dari brand kamu.

Ketahui lebih banyak tentang layanan branding, digital marketing, sosial media marketing dan website. Hubungi Lagi Kreatif, kami siap membantu Anda! Klik di sini https://lagikreatif.com/kontak/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *