Ternyata, banyak yang mengira kalau membuat copywriting dalam memasarkan produk itu sangat mudah. Padahal, copywriting harus disusun semenarik mungkin agar audience tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Dalam proses penyusunan copywriting tentu tidak asal-asalan, harus mengetahui tata caranya. Nah, dalam menyusun kalimat copywriting yang asal-asalan terdapat beberapa kesalahan yang tak jarang dilakukan.
Saat membuat copywriting, kamu harus tahu dan hindari kesalahan-kesalahan ini agar dapat menyusun kalimat copywriting yang menarik, informatif, dan eye catchy.
Apa saja kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika menyusun copywriting? Berikut penjelasannya!
-
Tidak tepat sasaran
Penyusunan copywriting tentu harus menargetkan audience yang sudah ditentukan. Kesalahan ini terjadi karena dalam penyusunan copywriting, tidak ada sasaran target audience yang terperinci sehingga pesan tidak tersampaikan ke target audience yang ingin dituju.
-
Terpaku hanya dengan produk
Kesalahan selanjutnya yaitu terlalu fokus pada penyampaian informasi produk seperti deskripsi, harga, dan cara pemesanannya. Padahal, dengan cara seperti itu justru tidak menarik di mata calon konsumen.
-
Copywriting terlalu panjang
Dalam pembuatan copywriting, perhatikan panjang atau tidaknya kalimat sehingga pesan yang ingin disampaikan ke target konsumen lebih jelas dan dimengerti. Penyusunan copywriting yang panjang dan bertele-tele membuat calon konsumen malas membaca, cepat bosan, sehingga tidak akan melirik produk kamu.
-
Menggunakan kata ambigu
Kesalahan ini berkaitan dengan pemilihan kata, misalnya kata “ekstra 50%”. Kamu jangan memakai kata “ekstra 50%” jika ingin memberikan potongan harga kepada calon konsumen, makna kata tersebut akan menjadi ambigu karena “ekstra 50%” menggambarkan isi produk yang bertambah 50% dari isi produk sebelumnya. Jika ingin membuat calon konsumen tertarik untuk membeli produk kamu, kamu bisa menggunakan kata “ekstra diskon 50%”.
-
Tidak melakukan riset audience
Dalam proses pembuatan copywriting, jangan lupakan riset audience karena tidak semua audience bisa menerima bahasa yang kamu buat. Kamu bisa meriset terlebih dahulu ke target audience yang sudah kamu targetkan, bagaimana bahasa yang cocok dengan target audience kamu.
Kesalahan akan timbul ketika bahasa yang digunakan yaitu bahasa gaul untuk audience anak muda yang tidak cocok dengan audience orang dewasa. -
Terlalu banyak menggunakan emoji
Dalam copywriting, emoji menjadi elemen tambahan untuk membuat kalimat menjadi hidup. Tetapi, jika menggunakan emoji terlalu banyak di dalam copywriting justru akan mengganggu dan terkesan lebay.
-
Mengabaikan typografi
Meski ingin menyasar ke anak-anak muda, bukan berarti ketika menyusun copywriting bisa seenaknya tanpa memperhatikan EYD, tanda baca, dan penggunaan bahasa Indonesia dengan benar. Kesalahan ini terjadi karena asal-asalan dalam menentukan bahasa, tidak adanya tanda baca yang jelas, dan penulisan tidak sesuai dengan EYD.
-
Melupakan CTA
Yang membuat copywriting efektif adalah penyusunan kalimat call to action yang mentrigger orang agar melakukan sebuah tindakan, seperti membeli suatu produk. Oleh sebab itu, kamu harus membuat kalimat CTA yang menarik sehingga calon konsumen membeli produk kamu.
Kesalahan ini sering terjadi karena tidak adanya kalimat ajakan dan arahan yang jelas setelah calon konsumen membaca copywriting, sehingga calon konsumen tidak melakukan tindakan pembelian.
Itulah 8 kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan copywriting. Pelajari dan perhatikan kesalahan tersebut agar kamu dapat menyusun copywriting dengan struktur yang baik dan pemilihan kata yang menarik agar calon konsumen memutuskan pembelian produk kamu. Bagaimana menurutmu?