Bisnis saat ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi berfokus juga pada konten yang dibuat. Keberadaan konten seperti sebuah jembatan yang menghubungi calon konsumen dengan brand agar penyampaian informasi seputar produk tersalurkan dan terciptanya brand awareness yang kuat.
Dalam pembuatan konten marketing, kamu perlu mengetahui dan memahami model 3 H. Apa saja model 3 H? Model 3 H yang terdiri dari Hero, Hub, dan Hygiene adalah strategi yang digunakan dan diterapkan di dalam dunia konten marketing. Pada awalnya, model yang diperkenalkan oleh Google pada tahun 2013 ini hanya menjadi sebuah model yang digunakan untuk mengembangkan channel Youtube agar menarik para audience untuk menonton. Lambat laun, strategi ini dipakai dalam pembuatan berbagai jenis konten marketing, jadi tidak hanya untuk konten video dan tidak terpaku hanya pada satu platform.
Simak penjelasannya untuk memahami model konten marketing 3 H di bawah ini!
- Hero
Salah satu model yang penting dalam membuat konten marketing adalah model Hero. Model Hero merupakan model konten yang ditujukan untuk meraih penonton dengan jumlah besar. Dalam meraih pencapaian tersebut, perlu dipersiapkan sesuatu yang luar biasa, menarik, inspiratif, dan berpotensi viral sehingga mendatangkan audience yang banyak. Contoh konten hero adalah konten video bertema parenting dari tokoh Andy F. Noya yang membahas tentang pentingnya pelukan ayah bagi anaknya.Membuat Konten Hero diperlukan beberapa cara agar mendatangkan audience dengan jumlah yang banyak. Berikut caranya!
– Kenali target audience
Target audience berkaitan dengan pembuatan konten Hero. Siapa yang ingin kamu sasar? Lalu, pesan apa yang ingin kamu sampaikan kepada target audience? Apa nilai-nilai, kebutuhan, atau keinginan yang ingin mereka capai setelah melihat konten kamu? Dengan memahami target audience yang baik, membuat konten yang sudah dibuat semakin relevan dan menarik bagi audience.– Tentukan tujuan konten
Tentukan tujuan apa yang ingin dicapai dalam pembuatan sebuah konten. Apakah untuk hard selling, brand awareness, atau edukasi seputar tema bisnis kamu. Disarankan, angkat tema seputar bisnis kamu lalu buatlah ke dalam sebuah konten edukasi, baik itu caraousel atau video.– Buat cerita yang menarik dan kuat
Buatlah cerita yang menarik dan kuat sehingga memancing para audience untuk menonton atau membaca, like, komen, dan share konten kamu. Kamu bisa membuat sebuah jalan cerita yang diangkat dari seorang tokoh terkenal yang sesuai dengan tema bisnis kamu, atau mengambil video edukasi dari tokoh yang inspiratif. Biasanya, konten ini dibuat dalam bentuk video dengan teks.
Tetapi, perlu diingat bahwa konten yang dibuat hanya sebatas edukasi dan meningkatkan brand awareness, karena kalau bertujuan untuk berjualan, khususnya pada pengambilan video dari tokoh terkenal, berpotensi terkena copyright.– Buat desain visual menarik
Salah satu faktor penentu audience menonton atau membaca konten kamu ada pada bentuk visual konten yang menarik dan enak dilihat. Oleh karena itu, buatlah desain visual yang menarik dan tertata rapi.– Buat tulisan atau caption singkat
Tambahkan caption pada konten kamu, usahakan caption yang dibuat sesingkat-singkatnya. Jika konten yang akan dibuat memiliki tulisan yang banyak, kamu bisa buat konten per slide atau disebut dengan konten caraousel. Namun, tetap memperhatikan tulisan yang singkat, padat, dan jelas.– Tambahkan call to action
Jangan lupa buat dan tambahkan kalimat call to action yang jelas dan menarik sehingga audience memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan, seperti menonton, mendaftar, atau membeli produk kamu. - Hub
Sesuai dengan namanya, konten hub adalah konten yang berfungsi sebagai penghubung antara brand dan followers agar terciptanya interaksi. Model konten ini biasanya dibuat per minggu, seperti contoh konten lengkapi kata-kata atau tebak gambar dengan pilihan ganda. Jika ingin menciptakan interaksi yang tinggi, kamu bisa mengadakan kuis give away dengan pertanyaan atau tebak-tebakan seputar produk kamu. - Hygiene
Model konten terakhir adalah hygiene. Model konten ini biasanya berisi tips & trik, rekomendasi, atau informasi saran lain yang berkaitan dengan jenis produk yang kamu tawarkan. Model konten ini bisa dibuat dengan berbagai macam jenis, seperti artikel, video, caraousel, dan lain-lain. Contoh dari model konten hygiene adalah artikel tips & trik tentang digital marketing.
Konten marketing semakin lama semakin berkembang dan berubah. Jadi, penting sekali memantau perkembangan dunia perkontenan agar dapat menjangkau dan semakin relevan terhadap target audience kamu. Bagaimana menurutmu?