Lagi Kreatif

Perlunya Content Mapping dalam Menciptakan Konten yang Tertarget

Content mapping adalah suatu perencanaan konten yang dibuat sesuai dengan target market dalam waktu yang tepat. Sebagai seorang marketer, content mapping sangatlah penting dibuat. Karena, melalui content mapping marketer dapat mengidentifikasi market yang dituju, mempertimbangkan karakteristik agar bisa membuat konten yang berkualitas, menentukan target konten yang sesuai, dan sebagainya. Dari sini, marketer dapat menciptakan konten yang lebih efektif untuk menarik perhatian target market/customer.

Dengan menggunakan content mapping kamu dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan melalui konten-konten yang akan dibuat. Sehingga konten yang dibuat tidak akan sia-sia karena telah sesuai dengan market yang ditargetkan.

Sementara itu, melansir dari WebFX, tujuan dari dibuatnya content mapping adalah untuk membantu dalam mengembangkan konten yang fokus pada buyer persona.

Apa saja yang diperlukan untuk memulai content mapping?

  1. Riset Target Audiens dan Buat Buyer Persona
    Target audiens atau target market adalah bagian terpenting. Kamu perlu memahami preferensi, kebiasaan, perilaku, kebiasaan, dan kebutuhan mereka agar dapat membuat konten yang benar-benar bisa dipersonalisasikan kepada mereka dengan tepat.
  2. Kenali Customer Journey
    Setelah buyer persona ditetapkan, selanjutnya kamu dapat menyusun tahapan atau yang disebut dengan customer journey yang dilalui oleh setiap persona, termasuk pemikiran, tujuan, dan tantangan mereka.
    Misalkan, customer membeli produk melalui Instagram atau iklan dari billboard. Maka dari sana, kamu dapat mengetahui konten seperti apa yang sesuai untuk membimbing mereka dalam perjalanannya menuju produkmu.
  3. Menganalisis Konten
    Analisis konten yang sudah kamu buat kemudian pahami kira-kira konten apa saja yang berhasil mendatangkan traffic yang tinggi. Perhatikanlah konten-konten yang berpotensi untuk mendongkrak kredibilitas penjualanmu.
  4. Buat Content Mapping
    Langkah selanjutnya adalah membuat pemetaan konten atau content mapping mulai dari segi buyer persona hingga analisis konten.
    Content mapping harus menjadi referensi yang dapat dirujuk selama proses pembuatan konten. Sehingga diperlukan dokumentasi content mapping dengan cara yang mudah dipahami.
    Misalnya, kamu dapat membuat spreadsheet sederhana yang mencantumkan buyer persona, tantangan, dan tujuan mereka dalam setiap pembelian hingga jenis konten yang harus dibuat untuk menargetkan mereka. Buat juga format dan topik konten.

Demikianlah penjelasan dasar mengenai content mapping yang perlu diciptakan untuk mendapatkan pengalaman costumer agar dapat mengarah kepada penjualan produk.

Kira-kira bagaimana menurutmu? Tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai marketing?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *